Badar, Saksi Indahnya Al-Qiyadah Wal Jundiyah

“Rasulullah, engkau menyakitiku. Padahal Allah mengutusmu untuk menegakkan kebenaran dan keadilan. Saya minta engkau memberiku kesempatan untuk membalas.” Kata-kata ini pernah diucapkan seorang sahabat kepada Rasulullah. Sahabat ini termasuk ahli Badar. Dan peristiwa ini memang terjadi saat perang Badar. Tepatnya, beberapa saat sebelum perang Badar berkecamuk. (more…)

LEADER, (BEHAVIOR & STYLE)

Pemimpin dan Kepemimpinan merupakan dua elemen yang saling berkaitan. Artinya, kepemimpinan (leader style) merupakan cerminan dari karakter/perilaku pemimpinnya (leader behavior). Perpaduan atau sintesis antara “leader behavior dengan leader style” merupakan kunci keberhasilan pengelolaan organisasi/jamaah; atau dalam skala yang lebih luas adalah pengelolaan daerah atau wilayah, dan bahkan Negara. (more…)

Menunaikan Amanah Part 2

BELAJAR BERSATU
Ketika kekalahan, tragedi, kelaparan, dan pembantaian mendera jasad Islam kita, kita selalu saja menyoal dua hal: konspirasi Barat dan lemahnya persatuan umat Islam. Tangan-tangan syetan Yahudi seakan merambah di balik setiap musibah yang menimpa kita. Dan kita selalu tak sanggup membendung itu, karena persatuan kita lemah.  Mari kita menyoal persatuan, sejenak, dari sisi lain. Ada banyak faktor yang dapat mempersatukan kita: aqidah, sejarah dan bahasa. Tapi semua faktor tadi tidak berfungsi efektif menyatukan kita. Sementara itu, ada banyak faktor yang sering mengoyak persatuan kita. Misalnya, kebodohan, ashabiyah, ambisi, dan konspirasi dari pihak luar. Mungkin itu yang sering kita dengar setiap kali menyorot masalah persatuan. Tapi di sisi lain yang sebenarnya mungkin teramat remeh, ingin ditampilkan di sini. (more…)

Menunaikan Amanah Part 1

Amanah menurut bahasa berasal dari kata-kata aman yaitu kebalikan dari takut.  Sedangkan amanah adalah kebalikan dari khianat.
Amanah menurut istilah artinya perilaku yang tetap dalam jiwa, dengannya seseorang menjaga diri dari apa-apa yang bukan haknya walaupun terdapat kesempatan untuk melakukannya, tanpa merugikan dirinya di hadapan orang lain. Dan menunaikan kewajibannya kepada orang lain, walaupun terdapat kesempatan untuk tidak menunaikannya tanpa merugikan dirinya di hadapan orang lain.

Prinsip-prinsip Dasar dalam Membentuk Budaya Organisasi yang Kuat

Oleh: Ust. Ahmad Ru’yat

Ada empat prinsip yang menjadi landasan aktivis dakwah dalam berorganisasi:

1. Kita tidak semata-mata bertumpu di atas tugas struktural saja. Akan tetapi kita bertumpu pada tugas-tugas fungsional.

Organisasi yang mapan tentunya dilengkapi dengan struktur yang menunjang kerja dakwah para anggotanya. Setiap pos pasti dan harus ada yang mengisinya. Sehingga setiap jundi dalam organisasi tersebut akan memiliki pekerjaan/peran sesuai dengan struktur dimana ia ditempatkan.

Namun, yang seringkali terjadi adalah apa yang kita lakukan hanya berdasarkan pada pekerjaan kita pada struktur yang kita tempati. Ketika seseorang dalam organisasi memahami bahwa tugasnya tidak hanya atas dasar tugas struktural, namun sebenarnya atas dasar tugas fungsional, maka orang tersebut akan lebih proaktif. Ia tidak bekerja berdasarkan jabatan saja. Mampu berfikir kreatif dan inisiatif, sehingga selalu muncul inovasi-inovasi bagi dakwah. (more…)

Akar

Jadilah AKAR yang gigih mencari air..
menembus tanah yang keras demi sebatang pohon..
Ketika pohon tumbuh, berdaun rimbun, berbunga indah, menampilkan eloknya pada dunia & mendapatkan pujian..
Akar tetap tidak iri, ia tetap bersambunyi dalam tanah..
Itulah makna dari sebuah ketulusan. & keikhlasn..
Manusia yang memiliki perpaduan tulus, ikhlas, sabar & tegar bagai AKAR..
Merekalah orang-orang yang mampu merubah warna zaman..
ia akan tetap hidup & menghidupkan.
(Rahajeng Aditya)

Keinginan atau Kebutuhan?

Ketika kita menghendaki kekuatan, maka Allah memberikan kita cobaan agar kita menjadi orang yang kuat.

Ketika kita meminta kebijaksanaan, maka Allah memberikan kita berbagai masalah untuk di pecahkan, agar kita mampu menjadi orang yang bijak dalam berfikir.

Ketika kita meminta keberanian, maka Allah memberikan kita rintangan hidup, agar kita mampu merasakan keberanian dalam menghadapi setiap masalah.

Ketika kita meminta Cinta, maka Allah memberika kita orang-orang yang patut kita bantu agar kita mampu merasakan cinta dan kasih sayang dengan sesama muslim dalam sebuah Ukhuwah.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak memberikan apa yang kita mau, tapi apa yang kita butuhkan.
Yakinlah bahwa setiap cobaan dan ujian adalah bentuk kasih sayang Allah Subhanahu Wa Ta’ala pada kita, agar kita bisa menempuh badai dunia.

Taujih Ruhiyah Aktivis Dakwah dan Harakah (bagian 2): Keikhlasan Aktivis Dakwah

Bismillahirrohmaanirrohim

Ihwah Fillah,

Ikhlas merupakan kekuatan iman, pengendali jiwa yang mendorong seseorang untuk menyingkirkan kepentingan pribadi dan menjauhkan keinginan-keinginan materi sehingga tujuan amaliyahnya semata-mata hanya mengharapkan ridha Allah swt. Segala macam amalan yang telah engkau lakukan akan sia-sia manakala tanpa disertai rasa ikhlas. Bagi seorang aktivis dakwah, rasa ikhlas akan melindungi dirinya dari godaan-godaan dan tipu daya syaitan dan perasaan terbebani dalam menjalankan tugas dakwah yang mulia ini.

Allah swt. berfirman:

Dan tidaklah mereka diperintahkan melainkan supaya beribadah kepada Allah (dengan) mengikhlaskan agama karena-Nya serta jauh dari kesesatan… (QS. Al Bayyinah : 5)

… maka barangsiapa yakin sepenuhnya akan perjumpaan dengan Rabbnya, hendaklah ia beramal dengan amal shalih dan janganlah ia mempersekutukan dengan siapapun dalam beribadah kepada Rabbnya. (QS. Al Kahfi : 110)

Dan mereka memberi makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberi makan kepadamu hanyalah mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih (QS. Al Insaan : 8-9)

(more…)

Page 1 of 212»

Jadwal Shalat

Statistik

  • Today Visit: 43
  • Week Visit: 135
  • Month Visit: 1454
  • Total Visit: 2406

Arsip Tulisan

Komentar Terakhir

Video Pekan Ini

Buku Tamu