Tips Hafidz dari Nizar

Nizar, seorang Manager di PT Telkom, bapak 3 anak, usia 37 th – telah
berhasil menghafal Al Qur’an 30 juz dalam waktu yang relatif singkat yaitu
sekitar 1,5 th. *Subhanallah Alhamdulillah, Allahu Akbar*. Berikut ini
kisah yang beliau sampaikan dalam acara MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa)
di masjid Al Hikmah TELKOM Divre 3 Sabtu, 11 April 2009. (more…)

BB Goes to UI

Rihlah Telaga Cikeas

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi(seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Ali Imran 190-191)

Rihlah Forkom hari ini cukup berbeda, kenapa? karena tempatnya yang baru lalu ada wahana baru XD. Jadi nama tempatnya itu telaga cikeas, di sana ada danau yang kayanya buatan, ditengah-tengahnya dibuat kayak pulau kecil yang diatasnya berdiri sebuah bangunan dari kayu, mirip seperti saung.  untuk mencapai pulau tersebut tersebut ada 2 jalan, yaitu lewat jembatan gantung, atau naik perahu, dan berhubung ikhwan forkom pada udik semua, maka perahu lah yang jadi sasarannya, hehe.. :D

Ada beberapa kejadian yang menarik dan juga ibrah yang bisa dipetik dari seputar aktivitas mendayung perahu ini, Jadi bisa diibaratkan ketika kita berusaha menjalankan perahu itu menuju sebuah tempat, kita bayangkan seperti kita sedang  menjalankan sebuah organisasi yang bertujuan untuk mencapai visinya.

(more…)

Bintang Laut

sumber: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/c/c8/Red-knobbed.starfish.arp.jpg

Di pantai pasir putih yang indah, aku merasakan hembusan angin yang berasal dari arah laut. Begitu lembut angin mengusap wajah. Entah mengapa perasaan penat akan pekerjaan terasa hilang. Seolah angin laut membawanya entah kemana. Deburan suara ombak berubah menjadi insturmen musik alam yang membuat pikiran dan dada menjadi sejuk. Mata pun terasa mendapatkan kejernihan kembali ketika melihat ombak yang saling kejar berkejaran menuju bibir pantai. Kaki kaki merasakan pijatan pijatan refleksi butiran butiran pasir yang berjalan melalui sela jari jari kaki.

Di pantai tersebut tersebut, ternyata aku tidak sendiri. Ada seorang anak kecil yang tengah sibuk membawa sesuatu lalu melemparkannya ke laut. Ia kembali ke pantai kemudian memungut sesuatu dan ia berlari lagi menuju laut. Anak itu melakukan hal yang sama secara berulang-ulang. Aku dekati ia dan melihat yang ia kerjakan secara sesakma. Ternyata benda yang ia bawa lalu ia lemparkan adalah bintang laut. Bintang laut yang bertebaran di pantai dengan jumlah yang sangat banyak.

“Ade lagi ngapain?” aku bertanya dengan penuh penasaran.

“Saya lagi ngebantuin bintang laut supaya bisa hidup. Kasian dia ada di pantai. Ntar kalo gak di air, dia bisa mati kak.” jawabnya sambil terus mengambil bintang-bintang laut tersebut.

“Tapi kan jumlahnya banyak de. Yang ada entar malah pada mati bintang lautnya.” aku mencoba lebih kritis untuk mencari alasan lebih lanjut.

“walaupun bakalan banyak yang mati, setidaknya ada beberapa bintang laut yang selamat” sambil tersenyum ia menjawab.

Aku pun terkesima dengan jawaban anak tersebut. Sederhana tapi benar-benar memiliki makna yang cukup dalam. Nilai keoptimisan unutk berbagi. Kita tahu bahwa tidaklah mungkin menyelematkan semua bintang laut yang ada di pantai tersebut. Namun, jika berniat untuk menyelamatkan mereka, kita akan langsung berbuat. Walaupun hanya beberapa bintang laut saja yang dapat kita selamatkan.

Ini mengingatkanku pada agenda-agenda di kampus maupun sekolah. Kita memiliki rencana yang memiliki tujuan yang besar. Kadangkala tujuan tersebut tidak dapat kita capai seutuhnya. Janganlah kita terlalu berkecil hati. Walaupun sedikit perubahan yang ada, kita harus bersyukur karena dapat berperan serta dalam mencapai tujuan tersebut. Jika kita istiqomah, isnya Allah tujuan besar tersebut akan tercapai. Tidak jarang orang gagal dalam mencapai tujuannya bukan karena faktor orang lain, melainkan karena faktor diri sendiri yang sudah putus asa setelah mengalami sedikit cobaan.

Janganlah bersedih hati ketika kita tidak dapat berbuat apa-apa untuk orang lain. Yang terpenting adalah kita dapat membantu mereka walaupun sedikit namun dilakukan secara kontinu. Bukankah Allah mencintai perbuatan yang sedikit namun dilakukan secara terus menerus? Keep Istiqomah di jalan kebenaran. Insya Allah, Ia akan membalas perbuatan kita di dunia dan di akhirat. Di jannah-Nya bersama para Ia da para nabi :)

wallahu’alam

Rabithah

Waktu hari Sabtu kemaren, gw dateng ke acara milad SALAM UI di FIK [gak ada kerjaan] coz si Ardhya pengen nonton dan akhirnya gw diundang dengan embel2 ada seminarnya juga. wah lumayan. free [penting]. Karena datang telat, jadinya cuman dapet acara pas izzis tampil. Ada nasyidnya yang menjadi renungan bwat gw yang hampir futur dalami dakwah, Rabithah. Nasyid yang diambil dari doa yang dibaca setiap pagi dan petang dalam Al Matsurat. Alhamdulillah, gw merasa bersemangat lagi bwat berdakwah. Semoga kita semua tetap istiqomah berada di jalan dakwah ini ^^

(more…)

Jadwal Shalat

Statistik

  • Today Visit: 29
  • Week Visit: 121
  • Month Visit: 1440
  • Total Visit: 2392

Arsip Tulisan

Komentar Terakhir

Video Pekan Ini

Buku Tamu