Aku Lahir dari Perut Ibu…
Aku Lahir dari Perut Ibu…
(Bukan kata orang…memang betul KAN….??) (more…)
Bisa Lihat Bayi Saya?
“Bisa saya melihat bayi saya?” pinta seorang ibu yang baru melahirkan penuh kebahagiaan. ketika gendiongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan napasnya. dokter yang menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar jendela rumah sakit. bayi itu dilahirkan tanpa memilki daun telinga!
waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seoirang anak itu bekerja dengan sempurna. hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk. suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan kekecewaan dan tragedi. aak lelaki itu terisak-isak berkata, “seorang anak laki-laki besar mengejekku. katanya aku ini makhluk aneh.” (more…)
Ibu Sebagai Poros Perubahan Bangsa
Oleh: Hj. Herlini Amran, MA.
dakwatuna.com – Tiap tahun tanggal 22 Desember diperingati sebagai hari Ibu. Hari Ibu ditetapkan oleh Presiden Soekarno dengan dikeluarkannya Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959, dan sejak itu Hari Ibu dirayakan secara nasional. Adanya Dekrit Presiden ini menggambarkan pada kita betapa negara ini memberikan penghargaan atas peran dan kontribusi yang telah diberikan para Ibu. Bahkan perubahan sebuah bangsa menjadi maju dan bermartabat juga tak lepas dari peran dan kontribusi para ibu.
Peran dan kontribusi ibu dapat dilihat dalam berbagai aspek. Pertama, peran dalam keluarga. Di dalam keluarga Ibu memegang peranan di dalam membangun keluarga yang harmonis. Dari keluarga yang harmonis inilah akan terlahir masyarakat dan bangsa yang juga harmonis. Jadi, peran ibu di dalam keluarga sangat besar untuk mengokohkan ketahanan keluarga. Ketahanan keluarga yang dimaksud adalah suatu kondisi keluarga yang harmonis, berdaya, berprestasi dan menjadi teladan bagi masyarakat. (more…)
Aku Terpaksa Menikahinya
Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.
Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.
Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.
Silence of Love
“there are no perfect fathers, but a father will always love perfectly”
MENGETUK PINTU PAKSA
Hari ini gw lagi iseng buka2 isi email. Ada email dari a zae yang cukup mengorek isi hati gw. Gw masukkin ke dalam postingan aja deh
saat aku lelah menulis dan membaca
di atas buku-buku kuletakkan kepala
dan saat pipiku menyentuh sampulnya
hatiku tersengat
kewajibanku masih berjebah,
bagaimana mungkin aku bisa beristirahat?
-Imam Nawawi-
“Aku merasa bagai hewan sembelihan”, tulis seorang pemuda yang kelak menyejarah, “yang digirin ke padang penjagalan.” Itulah yang dirasakannya ketika Sultan Nuruddin Mahmud Zanki memerintahkannya menyertai sang paman mempertahankan Mesir dari serbuan Amalric, Raja Yerusalem di tahun 1164. “Seakan jantungku ditoreh belati”, ia melanjutkan penuturannya sebagaimana direkam oleh sejarawan Ibnu Syaddad dalam karyanya Al Mahaasin Al Yusufiyah. “Dan ketika itu aku menjawab: Demi Allah, bahkan seandainya aku diberi seluruh kerajaan Mesir, aku takkan berangkat!”
“Bisa saya melihat bayi saya?”
“Bisa saya melihat bayi saya?” pinta seorang ibu yang baru melahirkan penuh kebahagiaan. ketika gendiongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan napasnya. dokter yang menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar jendela rumah sakit. bayi itu dilahirkan tanpa memilki daun telinga!
waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seoirang anak itu bekerja dengan sempurna. hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk. suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan kekecewaan dan tragedi. aak lelaki itu terisak-isak berkata, “seorang anak laki-laki besar mengejekku. katanya aku ini makhluk aneh.”
(more…)



Komentar Terakhir