Badar, Saksi Indahnya Al-Qiyadah Wal Jundiyah
Shalawat Atas Nabi SAW
Oleh : Ust. KH. Rahmat Abdullah rahimahullah
Apa yang Tuan pikirkan tentang seorang laki-laki berperangai amat mulia, yang lahir dan dibesarkan di celah-celah kematian demi kematian orang-orang yang amat mengasihinya? Lahir dari rahim sejarah, ketika tak ada seorangpun mampu mengguratkan kepribadian selain kepribadiannya sendiri. Ia produk ta’dibRabbani (didikan Tuhan) yang menantang mentari dalam panasnya dan menggetarkan jutaan bibir dengan sebutan namanya, saat muaddzin mengumandangkan adzan. (more…)
Masihkah Pantas Meminta ‘Udzur Dijalan Ini?
Tidakkah engkau tahu anakku,
segala ‘udzur telah dihapus dengan firmanNya,
“Berangkatlah dalam keadaan ringan ataupun berat!”?
-Abu Ayyub Al Anshari, Radhiyallaahu ‘Anhu-
Tips Hafidz dari Nizar
Nizar, seorang Manager di PT Telkom, bapak 3 anak, usia 37 th – telah
berhasil menghafal Al Qur’an 30 juz dalam waktu yang relatif singkat yaitu
sekitar 1,5 th. *Subhanallah Alhamdulillah, Allahu Akbar*. Berikut ini
kisah yang beliau sampaikan dalam acara MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa)
di masjid Al Hikmah TELKOM Divre 3 Sabtu, 11 April 2009. (more…)
13 Adab berdoa
Pertama, Mencari Waktu yang Mustajab
Di antara waktu yang mustajab adalah hari Arafah, Ramadhan, sore hari Jumat, dan waktu sahur atau sepertiga malam terakhir.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ينزل الله تعالى كل ليلة إلى السماء الدنيا حين يبقى ثلث الليل الأخير فيقول عز وجل: من يدعونى فأستجب له، من يسألنى فأعطيه، من يستغفرنى فأغفر له
“Allah turun ke langit dunia setiap malam, ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Allah berfirman, ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, Aku kabulkan, siapa yang meminta, akan Aku beri, dan siapa yang memohon ampunan pasti Aku ampuni’.” (HR. Muslim)
Kedua, Memanfaatkan Keadaan yang Mustajab Untuk Berdoa
Di antara keadaan yang mustajab untuk berdoa adalah: ketika perang, turun hujan, ketika sujud, antara adzan dan iqamah, atau ketika puasa menjelang berbuka. (more…)
Hakekat Kemenangan Dakwah
Keinginan atau Kebutuhan?
Ketika kita menghendaki kekuatan, maka Allah memberikan kita cobaan agar kita menjadi orang yang kuat.
Ketika kita meminta kebijaksanaan, maka Allah memberikan kita berbagai masalah untuk di pecahkan, agar kita mampu menjadi orang yang bijak dalam berfikir.
Ketika kita meminta keberanian, maka Allah memberikan kita rintangan hidup, agar kita mampu merasakan keberanian dalam menghadapi setiap masalah.
Ketika kita meminta Cinta, maka Allah memberika kita orang-orang yang patut kita bantu agar kita mampu merasakan cinta dan kasih sayang dengan sesama muslim dalam sebuah Ukhuwah.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak memberikan apa yang kita mau, tapi apa yang kita butuhkan.
Yakinlah bahwa setiap cobaan dan ujian adalah bentuk kasih sayang Allah Subhanahu Wa Ta’ala pada kita, agar kita bisa menempuh badai dunia.




Komentar Terakhir