Bijak Dengan I.L.M.U – Jadilah Pemenang!

Kisah Keutamaan Ilmu

Nabi Adam A.S

Sahabat yang luar biasa,

Sebagaimana kisah nabi Adam A.S yang dialognya dengan para malaikat diabadikan dalam Al – Quran#  Ketika itu para malaikat diminta untuk menyebutkan berbagai nama benda yang asing bagi mereka, dan atas izin Allah SWT, nama – nama yang tidak bisa dijawab oleh para malaikat, berhasil dijawab oleh Adam A.S.

Dengan demikian kita dapat melihat bahwa sebuah pengetahuan pengetahuan melalui pendidikan amat sangat berharga dan merupakan perintah yang sungguh membuat kita menjadi manusia yang berkualitas.dan mudah mudahan kita terhindar dari sifat jahil yang senantiasa membuat kerusakan dalam muka bumi ini.

Perang Badar

Sahabat yang luar biasa,

Begitu pentingnya sebuah ilmu, yang membuat perubahan luar biasa pada diri manusia.Bahkan pada sebuah peradaban.Hal ini dapat kita simak kisah perang badar.pada masa Rasulullah SAW terdapat perbedaan besar antara kaum kafir Quraisy dan kaum muslimin.

Perbedaan tersebut terdapat semenjak kedua pasukan bertemu. Pada saat itu kaum muslimin yang terdiri dari sekitar 300 pasukan akan bertempur dengan kaum musyrikin yang berjumlah 3 kali lipatnya, yaitu sekitar 1000 orang.

Pada siang yang terik tersebut kaum muslimin melakukan strategi luar biasa.Mereka menguasai sumur – sumur Badar dan menyumbat sumur sekitar mereka.Ketika pasukan Quraisy datang, mereka pun tanpa berfikir panjang, langsung mencari sumur untuk melepaskan dahaganya.

Seperti yang bisa diduga, pasukan mereka dengan mudahnya dibuat tercerai berai dari awalnya yang memiliki barisan pasukan yang rapat.

Dengan motivasi mereka yang teralihkan dari perhatian utamanya, kaum muslimin berhasil membuat jumlah mereka yang banyak tersebut, menjadi tidak bermakna.dan pada akhirnya kaum kafir Quraisy kalah.

Pasca Perang Badar

Sahabat yang luar biasa,

Kisah yang tak kalah menariknya datang ketika pasca Badar#.Kaum musyrikin yang menjadi tawanan kaum muslimin pada saat itu diperlakukan sangat luar biasa.mereka diberi 2 pilihan apakah akan menebus diri mereka dengan uang tebusan atau mengajari warga madinah baca- tulis agar bisa dibebaskan. Luar biasa, kebijakan ini sangat strategis karena mempercepat terjadinya transformasi ilmu pengetahuan di kalangan kaum muslimin.

Hal ini sangat istimewa karena sebagaimana telah diketahui, sebagian pengikut Muhammad SAW pada masa awal Islam adalah orang miskin, bekas budak, dan golongan lemah lainnya.Kemungkinan karena latar belakang ekonomi dan sosial mereka yang lemah, akses mereka terhadap dunia pendidikan lemah pula. Dengan mempunyai kemampuan baca-tulis, mereka akan mampu mengangkat harkat mereka disamping kekuatan iman yang mereka miliki.

Output dari pendidikan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW adalah orang yang langsung beramal, berbuat dengan ilmu yang didapat karena Allah SWT. Bukan karena yang lain

Perang Uhud

“Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa.Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada’[231].Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim.”

(QS. Ali Imran (3) : 140)

Sahabat yang luar biasa,

Sungguh dalam awal perjuangan Rasulullah SAW terdapat banyak sekali pelajaran berharga guna menghadapi ujian dalam hidup.

Sahabat yang luar biasa,

Setelah kaum muslimin bergembira dengan kemenangan pada perang Badar, mereka diuji kembali dengan perang lanjutan bernama perang Uhud.

Dalam peperangan ini dikisahkan bahwa seperti pada perang Badar, kaum muslimin dapat mengatasi serangan dari kaum kafir Quraisy.Hal tersebut dikarenakan adanya strategi jitu yang diterapkan oleh Rasulullah SAW.

Namun ketika kemenangan sudah di depan mata, kaum muslimin hanyut dalam kemenangan yang belum sempurna itu. Hingga pada akhirnya salah satu dari regu pasukan pemanah mengabaikan instruksi Rasulullah SAW.

Pesan untuk kaum pemanah:

“ Seranglah musuhmu yang menyerang kita dengan panah pasukan berkuda. Jangan sampai kita diserang dari belakang! Tetaplah kamu berada di tempatmu, baik ketika kita menang maupun kita kalah, agar musuh tidak menyerang dari arah kalian.Jika kalian melihat kami binasa direnggut musuh, janganlah meninggalkan tempat ini sehingga aku mengirim utusan kepada kalian”.#

Sahabat yang luar biasa,

Perbuatan regu pemanah tersebut sungguh dibayar mahal oleh kaum muslimin. Pada saat itu, pasukan berkuda kafir Quraisy yang dipimpin Khalid bin walid menyerbu para pemanah yang keluar dari posnya. Saat itu serangan balik pun terjadi.Pasukan Muslim kocar – kacir bahkan pada saat itu ada isu yang beredar bahwa Rasululah SAW telah wafat.

Sahabat yang luar biasa,

Strategi jitu bukan hanya diperuntukkan bagi muslim saja. Akan tetapi, itu merupakan sunatullah yang berlaku bagi semua pihak.

Ini semakin memperkuat bahwa benarlah bahwa strategi atau informasi atau ilmu merupakan hal yang dapat meningkatkan performa.

Mengapa Harus Quantum Ilmu?

Sahabat yang luar biasa,

Kita harus holistik dalam memandang ilmu.Persepsi kita terkadang melihat ilmu secara sempit dan parsial saja, yaitu menganggap ilmu itu hanya pelajaran yang ada di bangku sekolah atau kampus.

Akibatnya sebagian diantara kita yang memiliki persepsi seperti itu memiliki orientasi yang boleh dikatakan keliru. Hasil yang mereka kejar adalah hasil dari ujian yang akan didapat yang berupa nilai, rangking, dan Indeks Prestsi (IP).

Ujung dari penantian tersebut adalah kelulusan sehingga jika lulus dengan nilai, rangking, atau IP  terbaik, maka itulah hasil yang luar biasa.

Dampak yang terjadi dari kalangan orang – orang tersebut adalah mereka sering melupakan esensi materi pelajaran yang seharusnya mereka dapatkan untuk nantinya dipergunakan dalam mengarungi kehidupan di dunia ini.

Sahabat yang luar biasa,

Kita perlu memahami bahwa pendidikan itu merupakan lompatan.Ilmu yang menjadi produk dari pendidikan, haruslah membuat kita melompat dari kebodohan menjadi seseorang yang lebih bernilai.

Pandangan dalam lompatan ilmu bukan hanya sekedar kewajiban dari pemerintah dan formalitas belaka, namun dapat dijadikan sebuah jurus dalam menghadapi arus kehidupan yang sangat kompleks dan unik.Banyak kisah sukses yang telah menunjukakan hal tersebut.

Di berbagai peristiwa, Rasulullah SAW tealh mencontohkannya.Misalnya dalam peperangan Khondaq.Beliau senantiasa bermusyawarah dengan para sahabatnya dalam menentukan strategi yang terbaik bagi pasukan Madinah yang saat itu telah dikepung dari segala penjuru oleh para pasukan Quraisy dan para sekutunya di Jazirah Arab.

Pasukan kaum muslimin yang baru saja mengalami kekalahan dari perang Uhud, kembali terancam.Jumlah yang masih sedikit, terkepung diantara bukit – bukit di sekitar Madinah.Jalan keluar Madinah telah diblokir oleh para Quraisy dan sekutunya.

Dalam kondisi yang mencekam tersebut, Rasulullah SAW sebagai seorang pemimpin yang kecerdasanya tidak dapat dipungkiri, ternyata tetap mengadakan musyawarah dengan para sahabat dan menampung berbagai usulan untuk menghadapi kepungan kaum kafir Quraisy dan para sekutunya.

Di saat situasi genting tersebut, ada sebuah usul dari Salman Al – Farisi.Ia mengusulkan strategi yang biasa ada di Persia, tempat asalnya. Ia menyarankan agar pasukan muslimin menggunakan parit yang menghalangi pasukan Quraisy masuk ke kota Madinah. Pada saat Salman mengemukan pendapat ini, para sahabat yang lain terperangah karena belum ada terobosan yang begitu mutakhir dalam sejarah peperangan di Jazirah Arab yang menggunakan strategi ini. Dengan kesepakatan dari musyawarah tersebut, maka strategi ini dipilih.

Sahabat yang luar biasa,

Dalam kisah tersebut kembali Rasulullah SAW mengajarkan pada kita agar menghargai ilmu pengetahuan.Dampak yang terjadi, ternyata atas izin Allah SWT, pasukan muslimin pun memenangkan peperangan ini.

Strategi dalam menghadapi segala persoalan hidup merupaka sebuah produk turunan dari ilmu.Informasi yang menjadi landasan mengambil keputusan pun merupakan ilmu.

Bahkan ada kebiasaan luar biasa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, yaitu silaturahmi.Dalam aktivitas ini sangat besar peluang terjadinya transformasi informasi yang bersaal dari masing – masing orang yang bertemu.

Sahabat yang luar biasa,

Dalam pelaksanaan mencari ilmu, kita perlu memaknai prinsip gelas kosong dan gelas isi.Aa Gym dalam Manajemen Qalbu (MQ) nya, memakai prinsip gelas kosong dalam menuntut ilmu.

Ketika gelas kosong yang kita bawa untuk bersilaturahmi, belajar, bahkan hanya sekedar jalan – jalan saja ke luar, maka segala masukan dan ide – ide kreatif akan datang baik datang dari orang – orang besar maupun dari hamba sahaya.

Dari pertemuan tersebut, gelas kosong yang telah kita siapkan akan akan dapat menampung lebih banyak “air informasi” dan akan memberikan kontribusi yang luar biasa pada sistem keilmuan kita. Hal tersebut dapat menunjukkan bahwa tidak akan menjadi hina orang yang bertanya, orang yang yang diberi masukan oleh orang lain, bahkan dari golongan orang – orang yang berada pada strata yang lebih rendah darinya (pandangan pada masa perbudakan).

Dengan demikian hal tersebut akan menunjukkan bahwa orang yang bertanya dan membawa gelas kosong tersebut menjadi mulia karena bertambahnya ilmu. Hal tersebut sebenarnya menunjukkan bahwa ia memiliki kebijaksanaan yang tinggi.

Seperti kisah Rasulullah SAW tadi yang bertanya pada para sahabat di Perang Khondaq. Kesimpulannya, dalam kapasitas apapun, ilmu pengetahuan akan senantiasa berharga dan membuat orang yang memilikinya menjadi pribadi yang luar biasa.

Seperti halnya kisah Salman Al farisi diatas, yang merupakan sahabat bekas budak.

Dimana Harus Menuntut Ilmu

Sahabat yang luar biasa,

Dalam Quantum Ilmu, kita diajak untuk berfikir keluar sejenak dari persepsi yang umum. secara umum banyak diantara kita yang beranggapan tempat mencari ilmu adalah di sekolah. yang memiliki gedung, ada papan tulis, kursi & meja, guru bergelar S.Pd (Sarjana Pendidikan), seorang kepala sekolah, dan berbagai fasilitas yang ada di tempat bernama sekolahan.

Dengan pemahaman Quantum Ilmu, yang menuntut pemikiran secara holistik, integral, dan komprehensif dalam cara pandang menuntut ilmu.

Rasulullah SAW mengajari kita bahwa tempat pertama kali para sahabat menuntut ilmu adalah di “Rumah”. Suatu bentuk lembaga sederhana yang senantiasa melahirkan para jenius, pemberani, dan ksatria dalam kehidupan.

Rasulullah SAW memulai dakwah pertamanya di rumah Arqom bin Abi Arqom. Rumah tersebut merupakan sekolah awal bagi kaum muslimin dalam menimba ilmu di jalan Allah SWT.

Sahabat yang luar biasa,

Dari uraian tersebut menandakan dalam Quantum Ilmu, segala tempat dapat dijadikan tempat menuntut ilmu serta menjadikan rumah sebagai sekolah pertama dan awal bagi generasi berilmu.

Sahabat yang luar biasa,

Sekarang saatnya tips dalam menggapai pribadi berkualitas. Formulasi tersebut terangkum dalam Siklus Ilmu.Siklus ini merupakan turunan dari sistem manajemen oleh Deming yang biasa dikenal dengan sistem PDCA (Plan, Do, Check, Action), yang dilaksanakan dalam continous quality improvement.#

Siklus ilmu merupakan sebuah Lompatan alur kegiatan dalam mencapai pribadi yang berkualitas yang dilandasi dengan ilmu pengetahuan.Siklus ini terus dilakukan sehingga mencapai bentuk yang ideal.Siklus ini terangkum dalam jurus I.L.M.U, yaitu:

  • Impian Besar

  • Latih kreatifitas

  • Mantapkan Motifasi

  • Usaha Optimal

Sahabat yang luar biasa,

Jadi sebelum usaha optimal, ada 3 tahapan yang harus dijalani, yaitu Impian besar, Latih dengan kreatifitas dan Mantapkan motivasi.

Impian Besar:

Topik ini merupakan hal utama sebagai modal bagi seseorang yang ingin sukses. Dengan adanya Impian, maka kita akan mendapatkan suplai energi baru untuk menyiapkan motivasi kita.

Ibarat motors yang telah diisi bensin yang siap untuk melaju sesuai kebutuhan si pengendaranya. pun demikian dengan Impia. ia akan dapat mengisi motors motivasi kita selayaknya bahan bakar, sehingga siap digunakan untuk melaju menuju  aktivitas optimal.

Latih Kreativitas,

Setelah memiliki motivasi yang telah diisi bahan bakar motivasi (BBM), selanjutnya kita harus memiliki keahlian yang mumpuni untuk bisa menjalankan cita – cita kita.

Dalam pelaksanaannya kita harus dengan kreatif melakukannya agar tercipta aktifitas yang berkualitas (kata bang Mane: efektif dan efisien).

Be Creative merupakan langkah utama untuk bisa beraktifitas dengan cerdas.

Mantapkan Motivasi,

Setelah melakukan perencanaan berupa penggambaran impian, dan melakukan aktivitas dengan kreatif.maka selanjutnya kita perlu melakukan evaluasi terhadap aktivitas kita agar dapat memainkan alur rencana yang lebih baik. setelahPlan, Do, sekarang saatnya Check.

Yang perlu dilakukan dalam mengevaluasi kinerja kita, yaitu dengan mengelola motivasi kita.Motivas merupakan sesuatu yang sangat vital bagi aktivitas seseorang.ia merupakan mesin pendorong yang tanpanya aktifitas yang kita lakukan senantiasa tidak menghasilkan apa – apa. dengan demikian kita perlu memantapkan motivasi kita dalam menggapai cita – cita.

Usaha optimal,

Setelah semua persiapan pra kejadian telah dilakukan, maka aksi konkrit berupa Action harus dilakukan dengan optimal.Dengan menggunakan segala potensi yang kita miliki, kita perlu menggunakannya sebagai usaha optimal.

Dalam pelaksanaan usaha yang optimal, kita perlu mempertimbangkan dua faktor, yaitu kekuatan, kemampuan dan keahlian kita (Force) serta seberapa jauh tujuan kita, seberapa tinggi cita – cita yang akan dicapai sebagai bahan bakar motivasi (Distance). Jangan hanya motivasi saja yang dibenahi melainkan kreativitasnya juga.

Kreatifitas ini dilakukan dalam rangka menumbuhkan kekuatan, kemampuan dan keahlian kita dalam menggapai cita – cita atau tujuan. Jika kita memiliki force besar namun distance kecil, maka usaha yang kita lakukan akan kecil pula. Namun, sebaliknya jika kita memiliki force dan distance yang optimal, maka usaha yang dihasilkan pun akan besar dan optimal.

Hal ini telah terangkum dalam kaidah fisika

W = F x D

  • W = Work ( Usaha )

  • F = Force ( Kekuatan / gaya ), dalam Quantum Ilmu gaya disini merupakan kekuatan, kemampuan dan keahlian kita dalam menggapai cita – cita atau tujuan

  • D = Distance ( Jarak / ketinggian), dalam Quantum Ilmu jarak ini berarti sejauh mana tujuan yang akan dicapai. Istilah yang dipakai selanjutnya adalah impian.

Sahabat yang luar biasa,

Kaidah tersebut menggambarkan pada kita bahwa sebenarnya usaha (W) yang kita lakukan, itu bergantung pada tingkat kemampuan kita (F) dan sejauh mana usaha kita tersebut akan dicapai, dalam hal ini adalah impian (D).

Bahkan hubungannya bukan sekedar penjumlahan, melainkan perkalian.

Force ( Kemampuan Keahlian)

Distance

(Besarnya Impian)

Ada

Tidak

Ada

Pemenang

Pemimpi

Tidak

Pemalas

Pecundang


Dalam pelaksanaannya akan ada 4 tipe orang:

  1. Pemenang, Usaha Optimal, ketika keduanya dapat dioptimalkan D = 100, F = 100 ; {F x D = 100 x 100 = 10.000}

  2. Pemimpi, ketika impiannya (D) besar, tapi tidak punya kemampuan (F) D = 100, F = 0 ; {F x D = 0 x 100 = 0 (NOL)}

  3. Pemalas, ketika kemampuannya besar (F), namun tapi tidak punya impiannya (D) D = 0, F = 100 ; {F x D = 100 x 0 = 0 (NOL)}

  4. Pecundang, tidak memiliki kemampuan maupun impian D = 0, F = 0 ; {F x D = 0 x 0 = 0 (NOL)}

Jadi hanya satu pilian bagi orang bijak. Jadilah Pemenang!



Tidak ada tulisan yang berkaitan.



Subscribe / Share

Article by fr

Authors bio is coming up shortly.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Jadwal Shalat

Statistik

  • Today Visit: 47
  • Week Visit: 139
  • Month Visit: 1458
  • Total Visit: 2410

Arsip Tulisan

Komentar Terakhir

Video Pekan Ini

Buku Tamu