About ms
Website:
ms has written 7 articles so far, you can find them below.
Badar, Saksi Indahnya Al-Qiyadah Wal Jundiyah
LEADER, (BEHAVIOR & STYLE)
Prinsip-prinsip Dasar dalam Membentuk Budaya Organisasi yang Kuat
Oleh: Ust. Ahmad Ru’yat
Ada empat prinsip yang menjadi landasan aktivis dakwah dalam berorganisasi:
1. Kita tidak semata-mata bertumpu di atas tugas struktural saja. Akan tetapi kita bertumpu pada tugas-tugas fungsional.
Organisasi yang mapan tentunya dilengkapi dengan struktur yang menunjang kerja dakwah para anggotanya. Setiap pos pasti dan harus ada yang mengisinya. Sehingga setiap jundi dalam organisasi tersebut akan memiliki pekerjaan/peran sesuai dengan struktur dimana ia ditempatkan.
Namun, yang seringkali terjadi adalah apa yang kita lakukan hanya berdasarkan pada pekerjaan kita pada struktur yang kita tempati. Ketika seseorang dalam organisasi memahami bahwa tugasnya tidak hanya atas dasar tugas struktural, namun sebenarnya atas dasar tugas fungsional, maka orang tersebut akan lebih proaktif. Ia tidak bekerja berdasarkan jabatan saja. Mampu berfikir kreatif dan inisiatif, sehingga selalu muncul inovasi-inovasi bagi dakwah. (more…)
Akar
Keinginan atau Kebutuhan?
Ketika kita menghendaki kekuatan, maka Allah memberikan kita cobaan agar kita menjadi orang yang kuat.
Ketika kita meminta kebijaksanaan, maka Allah memberikan kita berbagai masalah untuk di pecahkan, agar kita mampu menjadi orang yang bijak dalam berfikir.
Ketika kita meminta keberanian, maka Allah memberikan kita rintangan hidup, agar kita mampu merasakan keberanian dalam menghadapi setiap masalah.
Ketika kita meminta Cinta, maka Allah memberika kita orang-orang yang patut kita bantu agar kita mampu merasakan cinta dan kasih sayang dengan sesama muslim dalam sebuah Ukhuwah.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak memberikan apa yang kita mau, tapi apa yang kita butuhkan.
Yakinlah bahwa setiap cobaan dan ujian adalah bentuk kasih sayang Allah Subhanahu Wa Ta’ala pada kita, agar kita bisa menempuh badai dunia.
Taujih Ruhiyah Aktivis Dakwah dan Harakah (bagian 2): Keikhlasan Aktivis Dakwah
Ihwah Fillah,
Ikhlas merupakan kekuatan iman, pengendali jiwa yang mendorong seseorang untuk menyingkirkan kepentingan pribadi dan menjauhkan keinginan-keinginan materi sehingga tujuan amaliyahnya semata-mata hanya mengharapkan ridha Allah swt. Segala macam amalan yang telah engkau lakukan akan sia-sia manakala tanpa disertai rasa ikhlas. Bagi seorang aktivis dakwah, rasa ikhlas akan melindungi dirinya dari godaan-godaan dan tipu daya syaitan dan perasaan terbebani dalam menjalankan tugas dakwah yang mulia ini.
Allah swt. berfirman:
Dan tidaklah mereka diperintahkan melainkan supaya beribadah kepada Allah (dengan) mengikhlaskan agama karena-Nya serta jauh dari kesesatan… (QS. Al Bayyinah : 5)
… maka barangsiapa yakin sepenuhnya akan perjumpaan dengan Rabbnya, hendaklah ia beramal dengan amal shalih dan janganlah ia mempersekutukan dengan siapapun dalam beribadah kepada Rabbnya. (QS. Al Kahfi : 110)
Dan mereka memberi makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberi makan kepadamu hanyalah mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih (QS. Al Insaan : 8-9)
Taujih Ruhiyah Aktivis Dakwah dan Harakah (Bagian 1) : Keimanan Aktivis Dakwah
Bismillahirrohmanirrohim
Keimanan kepada Allah swt. yang ada dalam hati kita merupakan bekal untuk menghadapi dan melawan kehidupan yang penuh dengan propaganda nafsu duniawi. Tanpa keimanan, senjata apapun akan lumpuh, modal sebesar apapun akan sirna, dan segala persiapan akan berujung pada kehampaan. Bekal keimanan yang harus dimiliki oleh para aktivis dakwah adalah:
1. Ajal Mutlak di Tangan Allah swt.
Kita semua telah paham bahwa ajal seseorang sepenuhnya berada pada tangan Allah swt. Benteng yang menjulang tinggi dan setebal gunung pun tak mampu melindungi seseorang dari kematian jika Allah menghendaki orang tersebut untuk wafat. Allah swt. berfirman:
Katakanlah, “Sekali kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang berimana bertawakal”. (QS. At-Taubah : 51).
Di ayat lainnya, Allah berfirman:
… Maka apabila telah datang waktunya, mereka tidak bisa meminta ditunda sesaatpun, dan tidak bisa (pula) meminta dimajukan (QS. Al A’raf : 34).




Komentar Terakhir